Aspek psikologis memainkan peran penting dalam menentukan performa atletik, terutama pada atlet muda yang masih dalam tahap pengembangan regulasi emosi dan kontrol perhatian. Atlet petanque berusia 10-12 tahun rentan terhadap kecemasan kompetitif dan gangguan fokus yang dapat secara langsung memengaruhi ketepatan dan konsistensi performa mereka, sementara penerapan intervensi psikologis sederhana dalam pelatihan olahraga anak masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh musik relaksasi instrumental terhadap fokus emosional dan tingkat kecemasan kompetitif atlet petanque berusia 10-12 tahun dalam kompetisi mini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest kuasi-eksperimental. Sampel terdiri dari 30 atlet petanque berusia 10-12 tahun, dibagi menjadi kelompok perlakuan (n = 15) dan kelompok kontrol (n = 15). Instrumen yang digunakan adalah Competitive State Anxiety Inventory-2 Revised (CSAI-2R) dan Brunel Mood Scale (BRUMS). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji t sampel berpasangan, dan uji t sampel independen. Hasil menunjukkan bahwa musik relaksasi instrumental secara signifikan mengurangi kecemasan kognitif dan memengaruhi dimensi kebingungan, tetapi tidak memiliki efek signifikan pada kecemasan somatik, ketegangan, dan semangat. Dapat disimpulkan bahwa musik relaksasi instrumental efektif sebagai strategi pendukung untuk mengurangi kecemasan kognitif pada atlet muda, dengan penerapannya perlu disesuaikan untuk menjaga kesiapan fokus selama kompetisi.
Copyrights © 2026