Permasalahan bau badan merupakan keluhan umum yang dapat mengganggu kenyamanan dan menurunkan efektivitas aktivitas sehari-hari. Kondisi ini mendorong banyak orang untuk menggunakan deodorant komersial yang umumnya mengandung bahan kimia sintetis seperti aluminium klorohidrat, paraben, dan triclosan. Penggunaan jangka panjang bahan-bahan tersebut berpotensi menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit, gangguan hormonal, hingga risiko kesehatan lainnya. Sebagai alternatif, pemanfaatan deodorant berbahan alami menjadi solusi yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kegiatan KKN di Desa Tanjung Raja Selatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan deodorant berbahan alami berbasis potensi lokal sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat, cara pembuatan, dan penggunaannya. Formulasi deodorant yang digunakan memanfaatkan tawas sebagai antiperspiran alami, ekstrak daun sirih sebagai agen antibakteri dan antiseptik, serta minyak sereh sebagai pemberi aroma segar sekaligus antimikroba tambahan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan, dan pendampingan langsung kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam memproduksi deodorant alami secara mandiri, sekaligus meminimalkan ketergantungan pada produk komersial berbahan sintetis. Program ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi salah satu upaya pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal di Desa Tanjung Raja Selatan.
Copyrights © 2026