Mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja merupakan fenomena yang semakin umum terjadi, terutama pada mahasiswa yang berasal dari latar belakang ekonomi beragam dan menghadapi tuntutan peningkatan pengalaman kerja. Pekerjaan paruh waktu dipilih karena fleksibel dan tidak membutuhkan persyaratan formal yang tinggi, sehingga memungkinkan mahasiswa tetap mengikuti aktivitas akademik. Namun, status ganda sebagai mahasiswa dan pekerja menuntut adanya motivasi dan etos kerja yang baik agar keduanya dapat dijalankan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi dan etos kerja mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau yang bekerja paruh waktu, serta menguji hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dan seluruh populasi mahasiswa FISIP angkatan 2020 yang bekerja paruh waktu sebanyak 47 orang dijadikan sampel melalui teknik sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi mahasiswa berada pada kategori tinggi, terutama pada dimensi kebutuhan aktualisasi, fisiologis, dan keamanan. Etos kerja mahasiswa juga tergolong tinggi, dengan indikator dominan berupa disiplin dan kerja keras. Uji korelasi menunjukkan bahwa motivasi memiliki hubungan yang kuat dan signifikan dengan etos kerja, dengan nilai r = 0,767 dan signifikansi 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi motivasi mahasiswa dalam bekerja, semakin tinggi pula etos kerja yang ditunjukkan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika mahasiswa pekerja paruh waktu, khususnya dalam konteks kemampuan mereka mempertahankan motivasi dan etos kerja selama menjalani peran ganda.
Copyrights © 2026