ABSTRACT Asthma is an obstructive respiratory disease caused by reversible narrowing of the airways (narrowing that resolves spontaneously). Signs and symptoms include episodes of respiratory obstruction between asymptomatic intervals. However, this reversible condition can sometimes become minimally reversible (narrowing that resolves with treatment). Asthma can also be described as a condition characterized by shortness of breath. This condition demonstrates an abnormal response in the respiratory system to various stimuli, resulting in airway narrowing that can spread to other parts of the body. Asthma, in this context, can be defined as a condition characterized by pathological changes that cause airway obstruction, resulting in bronchospasm, hypersecretion of thick mucus, and mucosal edema. Asthma can recur if triggered by several factors, including environmental factors, food, emotions, and cold air. Polluted environments, such as cigarette smoke, dust, and vehicle pollution, can trigger asthma relapses. Another factor that can trigger an asthma relapse is physical activity. Physical activity, in this case, is linked to asthma attacks because when someone engages in physical activity, such as exercising without warming up or doing strenuous work, they breathe more rapidly, which increases the body's oxygen demand. Asthma attacks caused by physical activity are also known as exercise-induced bronchoconstriction. Besides physical activity, another condition that can trigger an asthma relapse is Body Mass Index (BMI). BMI in asthma patients plays a role in the development and treatment of the disease. The strong relationship between BMI and asthma severity is due to early menarche. Obese individuals have a 50% increased risk of developing asthma. Several of these conditions can trigger asthma flare-ups in severe cases. The study aims to determine the relationship between physical activity and body mass index and the severity of asthma in the Lingkar Timur Community Health Center Work Area of Bengkulu City. This research is a quantitative research using a cross-sectional research design where this design is used to see the results of the relationship between physical activity, body mass index and the severity of asthma in the Nusa Indah Community Health Center Work Area, Bengkulu City. The results of the bivariate analysis of this research activity using the chi-square statistical test showed that the relationship between physical activity and the severity of asthma had a p value of 0.000 0.05, while the relationship between body mass index and the severity of asthma had a p value of 0.000 0.05. The conclusion from the results of this research activity is that there is a relationship between physical activity and body mass index with the severity of asthma in the Working Area of the Lingkar Timur Community Health Center, Bengkulu City. Keywords: Asthma, Activity, Physical, BMI. ABSTRAK Asma adalah penyakit obstruksi pada sistem saluran pernapasan yang disebabkan oleh adanya penyempitan pada saluran pernapasan yang bersifat reversible (penyempitan bisa menghilang dengan sendirinya) adapun tanda dan gejala penyakit ini ialah adanya episode obstruksi pada pernapasan diantara kedua interval asimtomatik. Namun ada beberapa waktunya kondisi reversible ini dapat berubah menjadi kondisi minim reversible (penyempitan akan berkurang jika mendapatkan pengobatan). Asma dapat juga disebut sebagai kondisi serangan napas pendek. Kondisi ini memperlihatkan bahwasanya terjadi respon yang terjadi bersifat tidak normal pada sistem saluran pernapasan terhadap berbagai kondisi rangsangan sehingga berdampak pada penyempitan jalan napas yang dapat melebar kebagian tubuh yang lain. Asma dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kondisi dimana terjadinya perubahan secara patologis yang menyebabkan adanya sumbatan pada jalan napas dengan penyebab bronkospasme, hipersekresi mucus yang bersifat kental dan edema mukosa. Asma dapat kambuh jika dipicu oleh beberapa faktor dalam hal ini lingkungan, makanan, emosi dan udara yang sedang dingin. Lingkungan yang penuh dengan polusi seperti halnya keberadaan asap rokok, debu dan polusi kendaraan merupakan kondisi yang dapat memicu kekambuhan asma. Faktor lainya yang dapat memicu kekambuhan asma ialah aktivitas fisik. Aktivitas fisik dalam hal ini memiliki hubungan dengan serangan asma karena saat seseorang melakukan aktivitas fisik misalnya melakukan kegiatan olah raga tanpa adanya pemanasan atau melakukan pekerjaan yang berat seseorang akan bernapas dengan frekuensi yang lebih cepat dan dalam kondisi ini akan menyebabkan bertambahnya kebutuhan oksigen di dalam tubuh. Serangan asma yang disebabkan oleh aktivitas fisik dikenal juga sebagai exercised inducted bronchoconstriction. Selain aktivitas fisik kondisi lainya yang dapat memicu kekambuhan asma ialah Indeks Massa Tubuh (IMT). Indeks massa tubuh pada pasien asma memiliki peranan dalam perkembangan dan pengobatan penyakit. Hubungan kuat antara indeks massa tubuh terhadap kondisi keparahan penyakit asma karena adanya proses menarche dini. Seseorang yang mengalami kondisi obesitas berisiko 50 % menderita penyakit asma. Beberapa kondisi ini dapat memicu terjadinya tingkat keparahan asma dalam kondisi yang berat. Penelitian bertujuan untuk diketahui hubungan aktivitas fisik dan indeks massa tubuh terhadap tingkat keparahan asma di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian kuantitatif dengan penggunaan rancangan penelitian cross sectional dimana rancangan ini digunakan untuk melihat hasil dari hubungan antara aktivitas fisik, indeks massa tubuh terhadap tingkat keparahan asma di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Hasil analisis bivariat dari kegiatan penelitian ini dengan menggunakan uji statistic chi-square diketahui hubungan aktivitas fisik dengan tingkat keparahan asma didapatkan p value 0,000 0,05, sementara hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat keparahan asma dengan p value= 0,000 0,05. Kesimpulan dari hasil kegiatan penelitian ini ialah ada hubungan antara aktivitas fisik dan indeks massa tubuh terhadap tingkat keparahan asma di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Kata Kunci: Asma, aktivitas, Fisik, IMT.
Copyrights © 2026