ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a public health issue in Indonesia, both in urban and rural areas. Various environmental factors and community behaviors are often associated with the transmission process of DHF, although at the local level the relationship does not always show consistent results. The aim of this study is to determine and analyze the relationship between environmental factors and population behavior with the occurrence of dengue hemorrhagic fever (DHF) Malebo Village, Kandangan Subdistrict, Temanggung Regency. This study is a quantitative study with a retrospective case-control study design. The study population included residents of RW 03 Malebo Village, with a total sample of 106 respondents selected using a simple random sampling technique. Data were collected through structured questionnaires, observation sheets, and medical record data from Kandangan Primary Health Center. Data analysis included univariate analysis to describe the distribution of variables and bivariate analysis to examine the relationship between variables using the Chi-Square test with a 95% confidence level (α = 0.05). Based on the statistical analysis, no significant relationship was found between environmental factors (water storage conditions and waste disposal systems) or behavioral factors (use of mosquito nets or mosquito repellents and the habit of hanging clothes) and the incidence of DHF. The incidence of DHF in Malebo Village is not directly associated with the environmental and behavioral factors studied, and may be influenced by other factors such as climate change, population mobility, and vector dynamics. DHF prevention efforts still need to be carried out comprehensively and sustainably. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Environment, Behavior, Prevalence. ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Berbagai faktor lingkungan dan perilaku masyarakat sering dikaitkan dengan proses penularan DBD, meskipun pada tingkat lokal hubungan tersebut tidak selalu memperlihatkan hasil yang konsisten. Penelitian ini berfokus untuk memahami dan mnegevaluasi keterkaitan antara faktor lingkungan dan perilaku masyarakat terkait kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Malebo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain case control retrospektif. Populasi penelitian mencakup masyarakat RW 03 Desa Malebo, dengan sampel sebanyak 106 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, lembar observasi, dan data rekam medis Puskesmas Kandangan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan distribusi variabel dan secara bivariat untuk menguji hubungan antarvariabel analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05).Berdasarkan hasil analisis statistik, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan (kondisi penampungan air dan sistem pembuangan sampah) maupun faktor perilaku (penggunaan kelambu atau obat anti nyamuk serta kebiasaan menggantung pakaian) dengan kejadian DBD. Kejadian DBD di Desa Malebo tidak secara langsung berkaitan dengan faktor lingkungan dan perilaku yang diteliti, sehingga kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti perubahan iklim, mobilitas penduduk, dan dinamika vektor. Upaya pencegahan DBD tetap perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, Faktor Lingkungan, Perilaku Masyarakat, Prevalensi.
Copyrights © 2026