Peningkatan penggunaan jaringan nirkabel menimbulkan tantangan dalam menjaga kualitas layanan (QoS), terutama saat kepadatan trafik menyebabkan delay, jitter, packet loss, dan penurunan throughput. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode Random Early Detection (RED) dalam meningkatkan QoS pada jaringan wireless dengan beban tinggi. Pengujian dilakukan melalui enam skenario aktivitas klien, yaitu speedtest, download, upload, serta streaming YouTube resolusi standar dan 4K. Perangkat yang digunakan meliputi MikroTik, Access Point TP-Link, tiga laptop, dan dua HP, dengan pemantauan menggunakan Wireshark. Parameter QoS yang dianalisis mencakup delay, jitter, throughput, dan packet loss. Hasil menunjukkan bahwa RED mampu menurunkan delay dan jitter secara signifikan, seperti pada skenario download dari 372,14 ms menjadi 50,71 ms dan jitter dari 349,14 ms menjadi 50,75 ms. Meskipun throughput sedikit menurun akibat mekanisme packet drop, kestabilan jaringan tetap terjaga dengan packet loss 0% di seluruh skenario. Selain itu, RED mampu melakukan packet drop secara selektif saat antrian melebihi ambang batas. Dengan demikian, RED efektif sebagai solusi manajemen trafik untuk meningkatkan kinerja jaringan wireless pada kondisi padat dan multi-client aktif.Kata Kunci: Delay, Jitter, Quality of Service, Random Early Detection, wireless
Copyrights © 2026