The prevalence of type 2 diabetes mellitus continues to rise, which will impact patients’ quality of life. Patient adherence to medication is a key factor in controlling blood glucose levels. The objective of this study was to determine the relationship between medication adherence and blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 35 patients with type 2 diabetes mellitus enrolled in the Prolanis program, selected using total sampling. Medication adherence was measured using the pill count method, while fasting blood glucose levels were obtained from clinical examination results. The results of this study indicate that a majority of patients demonstrated medication adherence in the compliant category (94.3%) and uncontrolled blood glucose levels (74.3%). The Spearman’s test showed a p-value of 0.406 > 0.05, indicating no significant association between the two variables. The correlation coefficient was 0.145, suggesting a positive but very weak relationship between the two variables. The conclusion of this study is that patients’ blood glucose levels are not solely influenced by medication adherence; therefore, additional interventions such as education for patients and their families are necessary. ABSTRAK Prevalensi Diabetes melitus tipe 2 terus meningkat sehingga akan berdampak pada kualitas hidup pasien. Kepatuhan pasien dalam minum obat menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 35 pasien diabetes melitus tipe 2 peserta Prolanis di Puskesmas Ambarawa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan minum obat diukur dengan metode pill count, sedangkan kadar gula darah puasa diperoleh dari hasil pemeriksaan klinis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian pasien memiliki kepatuhan minum obat dalam kategori patuh (94,3%) dan kadar gula darah yang tidak terkontrol (74,3%). Uji Spearman menunjukkan nilai p-value 0,406 > 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antar dua variabel, hasil korelasi menunjukkan nilai 0,145, sehingga hubungan kedua variable memiliki arah yang positif dan sangat lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah kadar gula darah pasien tidak hanya dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat, sehingga diperlukan intervensi lain seperti edukasi kepada pasien dan keluarganya.
Copyrights © 2026