Buletin Palawija
No 17 (2009): Buletin Palawija No 17, 2009

Klorosis Tanaman Kacang Tanah Di Alfisol Kapuran

Achmad Ghozi Manshuri (BALITKABI)



Article Info

Publish Date
20 Nov 2014

Abstract

Klorosis tanaman kacang tanah di Alfisol kapuran. Klorosis pada tanaman kacang tanah di Tuban disebabkan oleh pH tanah tinggi (pH >7). Di Alfisol masam Lamongan (pH <7) kacang tanah tumbuh normal tidak mengalami klorosis. Tingkat ketersediaan hara makro dan mikro Alfisol kapuran Tuban rendah, ditandai dengan nilai SQ <0,5, kecuali Ca dan Mg masing-masing mempunyai SQ = 0,78 (sedang). Pemberian bahan organik 5 t bahan organik.ha–1 meningkatkan ketersediaan hara N, P, K, S, Mg, Mn dan Zn, namun tidak berpengaruh terhadap tingkat ketersediaan hara Fe. Varietas Badak tidak sesuai untuk Alfisol kapuran dan masam baik dengan pemberian atau tanpa pemberian bahan organik. Galur-galur ICGV 87055, K/SHM 2-88-B-7 adaptive di Alfisol kapuran, sedangkan varietas Macan, Biawak, Mahesa dan Kancil sesuai untuk Alfisol kapuran dan masam. Varietas Kidang, Kelinci dan Zebra respon terhadap pemberian 5t bahan organik.ha–1 di Alfisol masam. Varietas Kidang mencapai hasil tinggi 25.7 g biji.dua tanaman–1 di Alfisol masam tanpa pemberian bahan organik, namun hasilnya rendah bila tanpa pemberian bahan organik. Pencegahan klororis daun pada kacang tanah dapat diatasi dengan: Pemberian 30–40 kg FeSO4.ha–1. Pemberian 20t pupuk kandang.ha–1. Pemberian 300–400 kg bubuk belerang.ha–1, yang diberikan dalam alur tanaman. Kombinasi antara 20t pupuk kandang.ha–1 dengan 200kg bubuk belerang.ha–1. Penyemprotan dengan larutan yang mengandung 1% FeSO4 + 0,1% asam sitrat + 3% amonium sulfat (ZA) + 0,2% urea pada umur 30, 45 dan 60 hari serta dengan cara memperbaiki drainase dan aerasi tanah.

Copyrights © 2009






Journal Info

Abbrev

BUPA

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Buletin Palawija merupakan publikasi yang memuat makalah review (tinjauan) hasil penelitian tanaman kacang-kacangan dan umbi umbian. Buletin ini diterbitkan secara periodik dua kali dalam setahun (Mei dan Oktober) oleh Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan ...