Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, selama ini masih terbatas pada penggunaan tradisional dan belum dioptimalkan sebagai sumber nilai ekonomi. Padahal, ketersediaan TOGA di pekarangan rumah serta peran aktif ibu-ibu PKK merupakan potensi strategis dalam pengembangan produk olahan bernilai jual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Bulusari melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas produksi dalam mengolah tanaman TOGA menjadi produk herbal yang layak konsumsi dan memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi potensi TOGA, pelatihan pengolahan produk herbal sederhana, pendampingan proses produksi, serta pengenalan dasar pengemasan dan pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis dan manfaat TOGA, kemampuan mengolah TOGA menjadi produk bernilai jual, serta tumbuhnya kesadaran kewirausahaan berbasis sumber daya lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penguatan ekonomi keluarga dan mendorong terbentuknya usaha berbasis TOGA yang berkelanjutan di Desa Bulusari.
Copyrights © 2026