Penelitian ini menganalisis implementasi SAK EMKM pada usaha pengolahan hasil laut Bu Risma di Kenjeran, Surabaya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode triangulasi selama tiga bulan, penelitian mengamati transformasi pencatatan keuangan dari sistem manual menjadi terstandarisasi. Sebelum implementasi, usaha tidak memisahkan modal usaha dan kebutuhan pribadi. Implementasi yang dimulai Maret 2025 menghadapi kendala berupa keterbatasan SDM akuntansi, teknologi pendukung, dan fluktuasi harga bahan baku akibat ketergantungan pada musim penangkapan ikan. Meskipun demikian, implementasi SAK EMKM berhasil meningkatkan transparansi keuangan, mempermudah perencanaan dan pengambilan keputusan bisnis, serta meningkatkan kepercayaan pihak eksternal. Usaha berhasil menyusun laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan sesuai SAK EMKM. Penelitian merekomendasikan pelatihan berkelanjutan, adopsi teknologi sederhana, dan program pendampingan pemerintah untuk meningkatkan efektivitas implementasi SAK EMKM pada UMKM pengolahan hasil laut.
Copyrights © 2026