Penelitian ini menganalisis pengaruh inflasi, jumlah uang beredar, cadangan devisa, neraca perdagangan, harga minyak dunia, harga emas dunia, dan variabel dummy Covid-19 terhadap nilai tukar Rupiah/USD untuk periode 2010–2024 dengan menggunakan metode VECM yang diolah menggunakan EViews 12, didukung oleh analisis Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Hasil menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, tidak ada variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai tukar, termasuk variabel dummy Covid-19. Dalam jangka panjang, inflasi dan jumlah uang beredar memiliki pengaruh negatif, sedangkan neraca perdagangan dan harga minyak dunia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tukar Rupiah. Cadangan devisa dan harga emas dunia tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Analisis IRF dan FEVD menunjukkan bahwa dalam jangka menengah dan panjang, fluktuasi nilai tukar terutama dipengaruhi oleh neraca perdagangan dan harga minyak mentah.
Copyrights © 2026