Tujuan studi ini yaitu untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh penghindaran pajak, kepemilikan manajemen, direktur independen, dan kepemilikan kas terhadap praktik perataan laba pada perusahaan-perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020 hingga 2024. Latar belakang studi ini didasarkan pada tingginya volatilitas laba perusahaan sektor energi yang dipicu oleh pandemi COVID-19, lonjakan harga komoditas pada tahun 2022, serta penurunan harga komoditas pada periode 2023–2024, yang berpotensi mendorong manajemen melakukan praktik perataan laba untuk menjaga stabilitas kinerja perusahaan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder, yaitu riwayat perusahaan. Purposive sampling digunakan untuk memilih sampel penelitian berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Income smoothing diukur menggunakan Indeks Eckel, tax avoidance diproksikan dengan Cash Effective Tax Rate (CETR), Kepemilikan manajerial ditentukan oleh persentase saham yang dimiliki oleh manajemen, komisaris independen ditentukan oleh proporsi komisaris independen dalam dewan komisaris, dan cash holding ditentukan dengan membandingkan total aset dengan kas dan setara kas.Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi logistik untuk menguji pengaruh variabel independen baik secara parsial maupun simultan terhadap income smoothing. Penemuan studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literasi keuangan, khususnya terkait praktik manajemen tenaga kerja di sektor energi, serta berfungsi sebagai panduan bagi investor, manajer bisnis, dan regulator guna meningkatkan kualitas transaksi keuangan dan tata kelola bisnis.
Copyrights © 2026