Pasar modal memakai pelaporan keuangan tepat waktu sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan investasi. Ketika audit tertunda, hal itu dapat mengirimkan pesan yang salah kepada mereka yang ada di pasar modal, yang dapat menyebabkan penurunan kepercayaan investor dan, pada gilirannya, berdampak kepada harga saham perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan diantara keterlambatan audit dan ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan komite audit untuk perusahaan manufaktur makanan dan minuman yang terdaftarkan BEI sejak 2021 hingga 2022. Analisis statistik dilakukan memakai data sekunder yang diambil dari situs web Bursa Efek Indonesia. Sebanyak 34 organisasi sampel dengan 136 unit observasi dipilih selama studi empat tahun memakai teknik purposive sampling. Sebagai proksi untuk total aset, kami memakai rasio Return on Assets (ROA) untuk menentukan profitabilitas, rasio Debt to Equity (DER) untuk mengukur kekuatan, dan proporsi anggota komite audit independen terhadap seluruh dewan komisaris untuk menentukan komposisi dewan. Hipotesis diuji memakai perangkat lunak SPSS 26. Hasil penelitian memperlihatkan komite audit berdampak secara substansial terhadap keterlambatan audit; Namun, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage hanya sedikit berdampak kepada keterlambatan audit. Keempat variabel independen tersebut semuanya berdampak pada keterlambatan audit secara bersamaan.
Copyrights © 2026