Penelitian ini menelaah pengaruh manajemen laba, profitabilitas, financial constraint, serta ukuran perusahaan terhadap agresivitas pajak pada subsektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Studi ini menggunakan Kuantitatif dalam data sekunder yang berupa laporan keuangan dalam jangka waktu tahunan. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh 85 unit observasi. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, serta pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Temuan penelitian secara parsial memperlihatkan bahwa manajemen laba dan profitabilitas tidak memiliki kontribusi signifikan terhadap tingkat agresivitas pajak. Namun, variabel keterbatasan keuangan menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan finansial mendorong perusahaan untuk lebih aktif memanfaatkan celah perpajakan sebagai strategi mempertahankan likuiditas dan keberlangsungan operasional. Ukuran perusahaan ditemukan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap agresivitas pajak. Secara simultan, keempat variabel independent manajemen laba, profitabilitas, financial constraint, dan ukuran perusahaan terbukti memengaruhi agresivitas pajak, sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi agresivitas pajak dalam subsektor makanan dan minuman selama periode penelitian dijelaskan oleh kombinasi faktor-faktor tersebut.
Copyrights © 2026