Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam produksi produk garmen adalah rendahnya output yang dihasilkan. Pada proses produksi T-Shirt yang menjadi objek penelitan terjadi bottleneck dan backtracking yang menyebabkan output rendah. Hal ini disebabkan oleh acuan SMV yang kurang sesuai dengan kondisi di lapangan dan penempatan operator yang tidak disesuaikan dengan kemampuannya. Pengamatan langsung dan time study dilakukan untuk mendapatkan data awal berupa peta proses, kemampuan operator, data waktu per proses, jumlah dan jenis mesin, dan layout mesin. Perubahan dilakukan dengan pendekatan sistematis berdasarkan urutan peta proses, perhitungan waktu siklus, dan kemampuan skill operator. Pengaruh dari perubahan tata letak mesin jahit dan penempatan operator terbukti signifikan terhadap peningkatan output produksi. Setelah dilakukan perubahan, output aktual produksi harian meningkat dibandingkan kondisi sebelumnya dari rata-rata output awal 422 pcs/hari menjadi 1.090 pcs/hari dengan persentase peningkatan output/harinya adalah 158%.
Copyrights © 2026