Perubahan perilaku konsumen di era digital mendorong perusahaan makanan cepat saji untuk menyesuaikan strategi pemasaran dan layanan berbasis teknologi. Studi ini bertujuan menganalisis peran digital marketing, self-service technology, promosi, dan brand image dalam membentuk keputusan konsumen McDonald’s pada wilayah penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 154 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pengolahan informasi dilakukan menggunakan PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS 4.0. Temuan mengindikasikan bahwa promosi, digital marketing, dan brand image memberikan kontribusi terhadap keputusan konsumen, sedangkan self-service technology belum menunjukkan pengaruh yang berarti. Di antara seluruh variabel, promosi menjadi faktor yang paling dominan. Model yang digunakan mampu menjelaskan 68,7% perubahan keputusan konsumen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil ini memperlihatkan bahwa konsumen McDonald’s lebih mempertimbangkan aspek pemasaran dan kekuatan merek dibandingkan penggunaan teknologi layanan mandiri.
Copyrights © 2026