Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing, kualitas layanan, dan customer engagement terhadap tingkat hunian kamar di Hotel Sheraton Senggigi Beach Resort, Lombok. Latar belakang penelitian didasari oleh semakin ketatnya persaingan hotel berbintang di Lombok serta belum optimalnya pemanfaatan pemasaran digital dibandingkan pesaing, sementara perubahan perilaku wisatawan pascapandemi menuntut layanan yang lebih personal dan berbasis teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif kausal. Sampel sebanyak 96 responden ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 yang disebar secara elektronik, kemudian dianalisis dengan uji instrumen (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), analisis regresi linier berganda, serta uji hipotesis (uji t, uji F, dan koefisien determinasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat hunian (sig. 0,714 > 0,05), sedangkan kualitas layanan (sig. 0,030 < 0,05) dan customer engagement (sig. 0,000 < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan. Customer engagement merupakan variabel paling dominan dengan koefisien regresi tertinggi (0,162). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap tingkat hunian (F hitung 24,903; sig. 0,000) dengan nilai R Square sebesar 0,448, yang berarti 44,8% variasi tingkat hunian dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Kesimpulannya, hotel perlu meningkatkan kualitas layanan dan customer engagement secara berkelanjutan, serta mengevaluasi ulang strategi digital marketing agar lebih efektif.
Copyrights © 2026