Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel arus kas operasi, kebijakan dividen, dan pertumbuhan penjualan terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu sektor consumer non-cylicals selama periode 2020–2024. Pendekatan yang dipakai adalah kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan keuangan tahunan dan dokumen resmi lainnya. Sampel dipilih melalui purposive sampling, menghasilkan 26 perusahaan dengan observasi selama lima tahun. Pengolahan data dilakukan via regresi panel pada software EViews 13, dengan terpilihnya sebagai model Common Effect Model (CEM). hasil uji normalitas, yang menunjukkan p-value = 0,000000 < 0,05, sehingga distribusi dinyatakan tidak normal. Pada hasil uji parsial (Uji T) Untuk Arus Kas Operasi (AKO): p = 0,5394 > 0,05, t-statistik = 0,615 < t-tabel (1,657), arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap return saham. Kebijakan Dividen (DPR): p = 0,0127 < 0,05, t-statistik 2,528 > t-tabel (1,657), kebijakan dividen berpengaruh negatif terhadap return saham. Sedangkan, Pertumbuhan Penjualan (PP): p = 0,0201 < 0,05, t-statistik = 2,355 > t-tabel (1,657), pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Sementara itu, pada hasil uji simultan (Uji F) secara simultan arus kas operasi, kebijakan dividen, dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap return saham. Dengan demikian, Penelitian ini menggarisbawahi peran krusial pertumbuhan penjualan sebagai faktor penentu utama peningkatan pengembalian saham perusahaan.
Copyrights © 2026