Persaingan global yang semakin ketat mendorong organisasi untuk tidak lagi memandang biaya berkualitas sebagai beban operasional, melainkan sebagai instrumen strategis yang berpotensi membentuk posisi kompetitif jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola implementasi cost of quality (CoQ) dalam mendukung strategic positioning, menganalisis faktor-faktor yang menentukan keberhasilannya, dan membandingkan dinamika CoQ berbasis strategi antara sektor manufaktur dan sektor jasa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA), melalui pencarian database Scopus dan Sinta pada rentang publikasi 2021 hingga 2025. Dari total 309 artikel yang diidentifikasi, 30 artikel memenuhi semua kriteria inklusi dan menjadi korpus analisis. Hasil sintesis narasi menunjukkan bahwa di sektor manufaktur, implementasi CoQ bergerak menuju integrasi teknologi kualitas prediktif berbasis kecerdasan buatan sebagai pembeda strategis, sedangkan di sektor jasa, dimensi kualitas layanan yang terinternalisasi terbukti menjadi fondasi loyalitas pelanggan dan keunggulan kompetitif. Keduanya menempatkan investasi dalam komponen pencegahan sebagai prioritas strategis, meskipun berbeda secara signifikan dalam hal karakteristik pengukuran: komponen berwujud mendominasi manufaktur, sementara biaya tidak berwujud tersembunyi mendominasi sektor jasa. Studi ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan struktur PAF (Pencegahan-Penilaian-Kegagalan) dengan opsi penentuan posisi strategis eksplisit dan lintas sektoral.
Copyrights © 2026