Berdasarkan rekap tahunan pelayanan kehamilan di Desa Somoroto tahun 2024, cakupan skrining dan pelayanan Antenatal Care (ANC) baru mencapai 85% dari target 100%. Selain itu, proporsi ibu hamil berisiko tinggi sebesar 69,5% jauh melebihi standar yang ditetapkan sebesar 20%. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang memerlukan intervensi terencana dan komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview), penyebaran kuesioner, serta Focus Group Discussion (FGD). Sementara itu, data sekunder bersumber dari dokumen desa, profil dan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) Puskesmas Kauman, serta laporan bidan desa. Analisis masalah dilakukan menggunakan pendekatan sistem yang meliputi aspek input, proses, dan output. Penentuan prioritas masalah menggunakan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG), dilanjutkan dengan identifikasi akar masalah melalui diagram fishbone, serta penentuan prioritas solusi menggunakan metode MEER (Methodology, Effectiveness, Efficiency, and Relevancy). Hasil analisis menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi kunjungan ANC (69,5% dari target 100%) menjadi masalah prioritas utama. Tiga solusi utama yang direkomendasikan yaitu optimalisasi media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) oleh kader untuk meningkatkan penyuluhan ANC, penyuluhan “Isi Piringku” disertai Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta pembuatan “Kartu Keaktifan Ibu Hamil” berbasis sistem reward. Disimpulkan bahwa peningkatan partisipasi ANC memerlukan strategi edukatif, pemberdayaan kader, serta sistem monitoring dan evaluasi yang terstruktur melalui penyusunan Plan of Action (POA).
Copyrights © 2026