Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat cacat scratch pada produk Exhaust Gas Recirculation (EGR) di PT Aisan Nasmoco Industri menggunakan metodologi Six Sigma DMAIC. Berdasarkan data periode Juli–September 2025, kapabilitas proses saat ini berada pada level 3,64 Sigma dengan nilai DPMO sebesar 16.200, yang menunjukkan bahwa proses masih belum berada pada kondisi optimal. Hasil analisis pada tahap Define, Measure, dan Analyze mengidentifikasi bahwa akar penyebab utama cacat berasal dari kondisi teknis jig besi dan klem tuas yang tajam tanpa pelapis pelindung, serta rendahnya tingkat kepatuhan operator terhadap SOP penanganan material. Selain itu, ditemukan pula bahwa sistem pengawasan yang belum konsisten turut memperbesar potensi terjadinya cacat selama proses produksi berlangsung. Usulan perbaikan difokuskan pada modifikasi jig dengan penambahan pelapis karet (urethane) untuk mengurangi kontak langsung antar logam, serta pengetatan pengawasan terhadap standar penumpukan dan pemindahan produk. Perusahaan juga disarankan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan operator secara berkala dan menerapkan kontrol visual sebagai pengingat prosedur kerja yang benar. Implementasi perbaikan ini diharapkan mampu mengurangi variasi proses, meningkatkan kapabilitas produksi, serta menurunkan nilai DPMO secara signifikan. Tahap Control dilakukan melalui monitoring berkala dan standarisasi prosedur guna memastikan keberlanjutan hasil perbaikan. Dengan pendekatan ini, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, efisiensi operasional, serta kepuasan pelanggan secara berkelanjutan dan memperkuat daya saing perusahaan di industri.
Copyrights © 2026