Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, merupakan wilayah pesisir yang menghadapi keterbatasan air bersih akibat intrusi air laut dan genangan rob yang terjadi secara periodik. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas air tanah sehingga masyarakat bergantung pada pasokan air dari luar dengan biaya relatif tinggi. Permasalahan tersebut mendorong perlunya solusi penyediaan air bersih yang mandiri dan berkelanjutan, salah satunya melalui penerapan sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting system). Penelitian ini bertujuan merancang sistem pemanenan air hujan yang sesuai dengan kondisi permukiman serta mengevaluasi kelayakan ekonominya. Metode yang digunakan meliputi perencanaan teknis dan analisis ekonomi teknik dengan memanfaatkan data kebutuhan air domestik, luas atap sebagai daerah tangkapan, serta curah hujan setempat. Analisis mencakup perhitungan potensi air hujan, perancangan komponen sistem, serta estimasi biaya investasi, operasi, dan pemeliharaan. Kelayakan ekonomi dianalisis menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan potensi air hujan sebesar 10.899 liter/hari dari luas atap 1.436,17 m², dengan kebutuhan air domestik sebesar 4,18 m³/hari untuk 38 penduduk. Sistem dirancang menggunakan dua tangki berkapasitas total 11.000 liter. Total biaya investasi sebesar Rp60.982.377 dengan manfaat penghematan Rp7.622.904 selama 15 tahun. Nilai NPV sebesar Rp1.156.160, BCR 1,01, dan IRR 6,0006% menunjukkan sistem layak secara ekonomi. Dengan demikian, sistem ini berpotensi menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam penyediaan air bersih di wilayah pesisir.
Copyrights © 2026