Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap nilai perusahaan dalam perspektif akuntansi keberlanjutan. Risiko ESG diproksikan menggunakan ESG Risk Rating dari Sustainalytics, sedangkan nilai perusahaan diukur dengan rasio Tobin’s Q. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda serta memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan perusahaan dan sumber ilmiah. Variabel kontrol yang digunakan meliputi Return on Equity (ROE), Debt Ratio (DR), ukuran perusahaan (SIZE), dan Return on Assets (ROA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko ESG tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor masih lebih memprioritaskan informasi keuangan dibandingkan informasi nonkeuangan seperti risiko ESG dalam pengambilan keputusan investasi. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh masih terbatasnya efektivitas regulasi terkait ESG serta rendahnya tingkat pemahaman investor terhadap ESG Risk Rating yang relatif baru. Selain itu, variabel keuangan seperti ROE terbukti memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap nilai perusahaan. Meskipun tidak signifikan secara statistik, hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan hubungan negatif antara risiko ESG dan nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa isu keberlanjutan mulai mendapatkan perhatian di pasar modal, meskipun belum menjadi faktor utama. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pengungkapan ESG serta penguatan regulasi diharapkan dapat meningkatkan relevansi informasi ESG bagi investor. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi aspek keberlanjutan dalam praktik akuntansi dan investasi masih berada pada tahap awal perkembangan di Indonesia.
Copyrights © 2026