Etika peperangan dalam Al-Qur’an tetap menjadi topik yang sangat relevan di tengah konflik kontemporer yang sering mengabaikan keadilan dan kemanusiaan. Diskusi akademik mengenai etika peperangan dalam Al-Qurʾan umumnya menekankan aspek fikih jihad atau eksposisi tematik, sementara dimensi retorisnya sebagai penguatan pesan etis relatif kurang diperhatikan. Studi ini mengisi kekosongan tersebut dengan menganalisis surah al-Baqarah ayat 190–193 melalui kerangka terpadu Retorika Semit dan Retorika Arab (Balaghah). Temuan menunjukkan adanya struktur simetris yang mencerminkan prinsip-prinsip inti etika peperangan dalam Al-Qur’an: (1) peperangan diatur secara ketat sebagai tindakan defensif, melarang agresi tanpa alasan; (2) proporsionalitas dan pengendalian etis mengatur pertempuran; (3) ruang dan waktu suci dihormati; dan (4) konflik berhenti begitu permusuhan berakhir. Dengan demikian, dimensi normatif, retoris, dan estetis dari etika peperangan dalam Al-Qur’an menegaskan relevansinya yang berkelanjutan dalam menghadapi ketidakadilan kontemporer. Selain itu, prinsip-prinsip etis ini memiliki potensi pedagogis yang signifikan, menyediakan kerangka untuk mengembangkan kesadaran moral, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan mendorong praktik resolusi konflik yang damai yang berlandaskan keadilan dan kasih sayang.
Copyrights © 2026