Pendidikan inklusif menuntut terciptanya interaksi sosial yang setara antara siswa non disabilitas dan siswa disabilitas. Namun, siswa disabilitas netra masih berpotensi mengalami jarak sosial akibat persepsi yang belum sepenuhnya inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi sosial siswa non disabilitas serta bentuk interaksi sosial yang terjalin dengan siswa disabilitas netra di SMK Negeri 7 Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari siswa non disabilitas, siswa disabilitas netra, dan guru. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa non disabilitas berada pada spektrum empatik hingga pasif. Interaksi sosial cenderung terjadi dalam konteks akademik formal dan belum berkembang kuat pada situasi nonakademik. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas persepsi sosial berpengaruh langsung terhadap kedalaman interaksi inklusif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan dinamika persepsi dan interaksi secara kualitatif di konteks SMK inklusif, yang sebelumnya lebih banyak dikaji secara kuantitatif. Penelitian ini menekankan pentingnya peran sekolah dalam merancang pengalaman kontak sosial yang bermakna untuk memperkuat inklusivitas.
Copyrights © 2026