Penelitian ini berfokus untuk mengukur kontribusi stres akademik terhadap munculnya pemikiran bunuh diri (suicidal ideation) pada mahasiswa tingkat akhir di Sumatera Barat. Mahasiswa tingkat akhir menghadapi tekanan spesifik mulai dari beban pengerjaan tugas akhir, ekspektasi keluarga, hingga kecemasan akan masa depan. Pendekatan kuantitatif kausal diterapkan pada 96 partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil pengolahan data menggunakan regresi linear sederhana terhadap skala Perception of Academic Stress Scale (PAS) dan Beck Scale for Suicide Ideation (BSS) menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori sedang, baik untuk stres akademik (79%) maupun ideasi bunuh diri (70%). Namun, analisis hipotesis mengindikasikan tidak adanya pengaruh signifikan stres akademik terhadap pemikiran bunuh diri (p = 0,953 > 0,05) dengan nilai determinasi R² sebesar 0,000. Hal ini mengindikasikan bahwa pada sampel mahasiswa tingkat akhir di Sumatera Barat, munculnya pemikiran bunuh diri dipengaruhi oleh faktor lain di luar tekanan akademik, seperti faktor protektif berupa dukungan sosial kolektif dan nilai religiusitas.
Copyrights © 2026