Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi lingkungan dalam pengelolaan limbah medis dan limbah patologis pada Klinik Amanah Jatisari, Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klinik Amanah Jatisari telah menerapkan akuntansi lingkungan dengan cukup baik, yang ditandai dengan adanya pengakuan, pengukuran, pencatatan, penyajian, serta pengungkapan biaya lingkungan secara khusus dalam laporan keuangan. Klinik mengalokasikan biaya lingkungan sebesar Rp932.500 per bulan yang mencakup pengelolaan limbah B3 dan limbah domestik. Selain itu, klinik juga menyediakan fasilitas pendukung seperti safety box, tempat penampungan sementara (TPS), serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengangkutan dan pemusnahan limbah medis. Meskipun demikian, penerapan tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat beberapa kendala, seperti keterlambatan pengangkutan limbah selama satu hingga dua hari yang menyebabkan penumpukan limbah di tempat penyimpanan, serta rendahnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan limbah tidak hanya bergantung pada sistem dan biaya yang dikeluarkan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor perilaku manusia dan efektivitas pengawasan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi dengan pihak pengelola limbah serta intensifikasi sosialisasi kepada karyawan dan pengunjung guna meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026