Jurnal Ragam Pengabdian
Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"

Kedudukan Aset Digital sebagai Benda Tidak Berwujud dan Implikasinya terhadap Pembuatan Akta Pengalihan oleh Notaris

Rachel Angelique Kristanto (Universitas Diponegoro, Indonesia.)
Muh. Afif Mahfud (Universitas Diponegoro, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
08 Mar 2026

Abstract

Penelitian ini menganalisis kedudukan aset digital sebagai benda tidak berwujud dalam sistem hukum Indonesia serta implikasinya terhadap pembuatan akta pengalihan oleh notaris. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis terhadap KUH Perdata, UU ITE, dan UU Jabatan Notaris serta literatur akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sistematis aset digital dapat dikualifikasikan sebagai benda tidak berwujud berdasarkan Pasal 499 dan Pasal 503 KUH Perdata, sehingga pengalihannya dapat dituangkan dalam akta otentik. Terdapat fragmentasi pengaturan antara rezim hukum perdata, hukum siber, perdagangan berjangka, hukum keluarga, dan ketentuan pencegahan pencucian uang yang menimbulkan problem normatif dan praktik. Kondisi tersebut berdampak pada perluasan standar kehati-hatian dan verifikasi dalam praktik kenotariatan. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi regulasi dan perumusan pedoman teknis guna menjamin kepastian hukum, perlindungan para pihak, serta batas tanggung jawab notaris dalam transaksi aset digital.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

juragan

Publisher

Subject

Environmental Science Social Sciences Other

Description

Berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa ...