Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, dengan menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dan studi dokumentasi. Informan kunci meliputi Camat, Kasi Kesejahteraan Sosial, Kepala Puskesmas, Tenaga Gizi, Kepala Desa, Kader Posyandu, dan keluarga berisiko stunting di lima desa lokus penelitian, yaitu Cintawangi, Karangnunggal, Cikupa, Sarimanggu, dan Cidadap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan berjalan secara hierarkis dan konsisten; disposisi pelaksana menunjukkan sikap yang suportif; dan struktur birokrasi telah terbentuk secara formal melalui TPPS di tingkat kecamatan dan desa. Namun, variasi intensitas implementasi antar desa tetap terjadi. Perbedaan tersebut lebih konsisten dijelaskan oleh kecukupan dan distribusi sumber daya dalam merespons kondisi geografis dan sebaran sasaran. Ketersediaan sumber daya secara administratif tidak selalu mencerminkan kecukupan operasional di lapangan. Penelitian ini menyoroti pentingnya alokasi sumber daya yang sensitif terhadap konteks untuk memperkuat implementasi kebijakan di wilayah perdesaan yang heterogen secara geografis.
Copyrights © 2026