Peningkatan percepatan pengurangan stunting telah menjadi prioritas pembangunan nasional karena dampaknya yang jangka panjang terhadap kualitas modal manusia dan produktivitas. Meskipun telah diterapkan berbagai kebijakan di tingkat lokal, ketidakmerataan kinerja program antar wilayah tetap terlihat, termasuk di Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan percepatan pengurangan stunting di Kecamatan Karangnunggal menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III, yang menekankan empat variabel kunci: komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisisdokumendilimadesayangdipilihsecarapurposif,mewakilivariasi karakteristik geografis dan distribusi kasus stunting. Data dianalisis secara deskriptifdananalitisdenganmenghubungkantemuanempiriskekerangka teoritis implementasi kebijakan. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi kebijakandilakukansecarahierarkisdankonsisten;pelaksanamenunjukkan sikap mendukung; dan struktur birokrasi secara formal dibentuk melalui TimPercepatanPenurunanStunting(TPPS)ditingkatkecamatandandesa. Namun, perbedaan intensitas implementasi antar desa tetap terjadi. Perbedaan ini lebih konsisten dijelaskan oleh kecukupan dan distribusi sumberdayadalammenanggapikondisigeografis dan penyebaran populasi sasaran.Ketersediaanadministratifsumberdayatidakselalumencerminkan kecukupan operasional di lapangan. Studiini menyoroti pentingnya alokasi sumber daya yang sensitif terhadap konteks untuk memperkuat implementasikebijakandidaerahpedesaanyangheterogensecarageografis.
Copyrights © 2026