Luas areal lahan kering di Indonesia yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan 11 juta hektar,sedang luas panen uikayu sekitar 12t/ha sedang potensi hasil ubikayu diatas 60 t/ha. Di samping itu,komoditas ubikayu sangat adaptif terhadap berbagai iklim dan jenis tanah sehingga ubikayu berpeluang besar untuk ditingkatkan produksinya baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasidi lahan kering khususnya dilahan kering iklim kering. Namun demikian, untuk meningkatkan produksi ubikayu di lahan kering iklim kering banyak kendala yang harus dicari pemecahannya baik yang bersifat teknis maupun yang bersifat sosial ekonomi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang optimal klon unggul OMM-90-3-76 mampu menghasilkan 56 t/ha umbi segar dibanding varietas lokal yang dikelola petani hanya menghasilkan 11 t/ha. Pola tanam tumpangsari ubikayu + kacang tanah diikuti tanaman penutup tanah kanavalia tidak menurunkan produksi ubikayu dan bermanfaat untuk mengkonservasi kesuburan tanah. Penggunaan pupuk ZA disamping pupuk NPK dapat meningkatkan efisiensi pemupukan P dan meningkatkan produksi ubikayu. Penanaan ubikayu dua kali pada awal musim hujan dan menjelang akhir musim hujan dapat menghindarkan terkonsentrasinya panen raya ubikayu yang dapat memerosotkan harga jual ubikayu serta dapat menyediakan bibit ubikayu kualitas segar ,ada musim tanam berikutnya . Namun demikian pengembangan ubikayu di lahan kering tetap terkendala oleh permasalahan teknologi pasca panen dan pemasaran hasil yang masih memerlukan pemecahan dan banyak penelitian.
Copyrights © 2002