Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan terhadap Artificial Intelligence (AI) dan pengalaman kerja terhadap penerimaan AI dalam deteksi penipuan keuangan pada Kantor Akuntan Publik di Kota Makassar. Pemanfaatan AI dalam sektor keuangan dinilai mampu meningkatkan efektivitas dan akurasi deteksi kecurangan, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh faktor kepercayaan dan pengalaman profesional pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang merupakan profesional di bidang keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan AI dalam deteksi penipuan keuangan. Kepercayaan terhadap AI juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengalaman kerja, serta pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan AI. Temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh tingkat keyakinan dan pengalaman profesional pengguna dalam mengintegrasikan AI ke dalam aktivitas kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam mendukung implementasi AI yang lebih efektif pada Kantor Akuntan Publik.
Copyrights © 2026