Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi antarbudaya dalam memperkuat diplomasi publik antara Indonesia dan Jepang, dengan fokus pada berbagai inisiatif seperti festival budaya, pertukaran pendidikan, dan promosi budaya populer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen resmi serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya memainkan peran penting dalam membangun pemahaman bersama, mengurangi stereotip, dan memperkuat hubungan bilateral melalui kegiatan seperti Jakarta-Japan Matsuri, strategi Cool Japan, dan kerjasama melalui JKT48. Selain itu, komunikasi antarbudaya memfasilitasi dialog lintas budaya yang mendukung pencapaian kepentingan nasional kedua negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas diplomasi publik bergantung pada kemampuan untuk mengelola perbedaan budaya secara sensitif dan strategis. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi dampak komunikasi antarbudaya dalam konteks digital yang semakin berkembang.
Copyrights © 2026