Pendahuluan: Penyakit maag (gastritis) merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada mahasiswa dan sering dikaitkan dengan pola makan tidak teratur serta gaya hidup tidak sehat. Kondisi ini juga ditemukan pada mahasiswa asal Timor di Universitas Kristen Satya Wacana, dengan tingginya keluhan nyeri ulu hati (90%) dan perut kembung (43.3%) yang berkaitan dengan kebiasaan makan yang kurang baik. Tujuan kegiatan: Meningkatkan pengetahuan mahasiswa Timor mengenai pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan maag. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan service learning dengan melibatkan 17 mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu pengkajian awal menggunakan kuesioner, pemberian edukasi menggunakan media “Balon Gizi 3 Zona”, serta evaluasi melalui diskusi dan pengukuran pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Sekitar 80% peserta menunjukkan partisipasi aktif dan mampu mengelompokkan pangan lokal dengan tepat. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi edukasi (p = 0.001; p 0.05). Kesimpulan: Program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa mengenai pola makan sehat melalui pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan gastritis.
Copyrights © 2026