Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara status gizi yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kecepatan renang gaya bebas 100 meter pada atlet Maninjau Swimming Club, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional cross-sectional dengan subjek 13 atlet aktif usia 9–19 tahun. Pengukuran meliputi berat badan, tinggi badan, IMT, dan waktu tempuh renang gaya bebas 100 meter. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson, regresi linear sederhana, dan uji t independen dengan bantuan Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan antara IMT dengan kecepatan renang (r = 0,7651; t hitung = 3,9402 > t tabel = 1,7959; p < 0,05). Berat badan (BB) juga berkorelasi signifikan (r = 0,7634), sementara tinggi badan (TB) tidak signifikan (r = 0,4645). IMT berkontribusi sebesar 58,53% terhadap variasi kecepatan renang (R² = 0,5853) dengan model regresi Ŷ = 0,6909 + 0,0344X. Distribusi status gizi menunjukkan 46,15% atlet berada dalam kategori kurus dengan rata-rata kecepatan terendah (1,1677 m/s), sedangkan atlet kategori normal mencatat rata-rata 1,4128 m/s. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa status gizi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap performa renang gaya bebas 100 meter atlet usia muda di Indonesia.
Copyrights © 2026