Tujuan penelitian ini adalah menganalisis komunikasi persuasif yang digunakan dalam menjalin kemitraan antara Pesantren Khatamun Nabiyyin dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui metode studi kasus serta menerapkan teori komunikasi persuasif Richard sebagai landasan analisis. Kemitraan antara pesantren dan kampus UNUSIA telah terjalin sejak tahun 2022. Penelitian ini berfokus pada proses komunikasi persuasif dalam membangun dan mempertahankan kemitraan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif berperan sangat efektif dalam membangun kemitraan. Proses komunikasi dilakukan melalui pertemuan langsung untuk membangun kesamaan persepsi, dengan keterlibatan aktif seluruh pihak yang terlibat. Pesantren menanamkan nilai kepercayaan, keterbukaan, dan prinsip saling menguntungkan sebagai dasar dalam meyakinkan pihak UNUSIA, sementara pihak kampus memperkuat keyakinan pesantren melalui kebijakan khusus berupa pemberian beasiswa, pengakuan akademik, dan penyediaan kuota bagi mahasantri. Komunikasi yang terjalin berlangsung secara terbuka, komunikatif, dan responsif. Sebagai pihak penginisiasi kemitraan, pesantren mampu meyakinkan UNUSIA melalui penyampaian pandangan yang logis sehingga kemitraan ini dapat mencapai kesepakatan bersama.
Copyrights © 2026