Studi ini mengkaji dampak merger dan akuisisi (M&A) terhadap kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) perusahaan non-keuangan di Asia Pasifik dari tahun 2014 hingga 2023. Dengan menggunakan sampel 87 transaksi M&A dari basis data Refinitiv, penelitian ini menyelidiki bagaimana rasio ESG target-to-acquirer dan strategi konglomerasi memengaruhi kinerja ESG pasca-M&A. Menggunakan regresi OLS dengan galat baku robust, hasilnya menunjukkan bahwa rasio ESG target-to-acquirer berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan kinerja ESG perusahaan pengakuisisi. Ukuran perusahaan juga menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Strategi konglomerasi dan variabel kontrol lainnya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa mengakuisisi perusahaan dengan nilai ESG yang relatif lebih tinggi merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan keberlanjutan perusahaan di Asia Pasifik. Temuan ini juga menunjukkan bahwa perusahaan yang lebih besar memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menerapkan dan meningkatkan praktik ESG pasca-M&A. Studi ini berkontribusi untuk memahami efektivitas M&A sebagai mekanisme untuk meningkatkan keberlanjutan di berbagai konteks kelembagaan.
Copyrights © 2026