Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Kartu Prakerja sebagai kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja di tengah dampak pandemi COVID-19. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, kajian ini menganalisis 500 komentar masyarakat, disertai analisis sentimen media sosial berbasis metode Naive Bayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas persepsi publik terhadap program ini bersifat negatif. Keluhan utama berkaitan dengan kendala teknis, kesenjangan akses digital, konten pelatihan yang tidak relevan, serta minimnya dampak nyata pasca-pelatihan. Hambatan ini diperparah oleh kurangnya peran aktif pemerintah daerah dan ketimpangan literasi digital antarwilayah. Meskipun demikian, sebagian kecil peserta di daerah dengan infrastruktur digital yang baik melaporkan manfaat positif, termasuk peningkatan keterampilan dan modal usaha. Temuan ini menegaskan perlunya reformulasi desain kebijakan, pelibatan pemerintah daerah, dan integrasi pelatihan dengan pasar kerja agar program ini benar-benar inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026