Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Praktikum Kimia Anorganik II dengan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Analisis dilakukan secara kualitatif-kuantitatif melalui observasi langsung menggunakan matriks penilaian risiko untuk menentukan parameter consequence, likelihood, dan exposure. Hasil menunjukkan adanya risiko kategori Very High pada tahap pembuatan reagen, khususnya saat pemindahan dan pencampuran bahan kimia cair pekat yang bersifat korosif dan iritan. Tingkat risiko dalam kegiatan praktikum bervariasi dari kategori Acceptable, Priority 3, Substantial, hingga Priority 1, dengan dominasi bahaya kimia serta kombinasi bahaya kimia-fisika. Laboratorium telah memiliki sebagian besar pengendalian teknis seperti lemari asam dan alat proteksi kebakaran, namun pengendalian administratif belum optimal, ditandai dengan pelatihan K3 yang tidak rutin serta rendahnya kepatuhan penggunaan alat pelindung diri. Perilaku kerja tidak aman turut meningkatkan nilai likelihood dan exposure. Oleh karena itu, penguatan pengendalian administratif melalui penerapan Good Laboratory Practice (GLP) diperlukan untuk menurunkan tingkat risiko sekaligus meningkatkan budaya keselamatan kerja di laboratorium pendidikan.
Copyrights © 2026