Penelitian ini bertujuan untuk memotret dan membandingkan kualitas perairan Coban Jahe dan Coban Tarzan berdasarkan bioindikator makrozoobentos, dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat aktivitas wisata di kedua lokasi. Coban Jahe merupakan air terjun yang masih aktif dikunjungi wisatawan, sedangkan Coban Tarzan yang sudah lama tidak beroperasi sebagai objek wisata dan meminimalkan aktivitas manusia. Pengambilan sampel dilakukan pada dua lokasi dengan tiga ulangan pada masing-masing lokasi, kemudian makrozoobentos diambil menggunakan surber net untuk area substrat berbatu dan hand net untuk area riparian. Makrozoobentos kemudian diidentifikasi hingga tingkat famili dan dianalisis menggunakan parameter struktur komunitas dan diversitas seperti pengungkapan, kekayaan taksa, Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman, indeks dominansi, indeks keseragaman, indeks Margalef, dan Family Biotic Index (FBI). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakter komunitas makrozoobentos antara Coban Jahe dan Coban Tarzan. Coban Jahe memiliki kekayaan taksa lebih tinggi (18 famili), namun melaporkan total lebih rendah (248 ind/m²). Nilai FBI sebesar 5,17 (kategori adil) serta nilai keanekaragaman sedang (2,97), dominansi rendah (0,19), dan keseragaman sedang (0,71) menunjukkan adanya tekanan ekologis akibat aktivitas wisata.Sebaliknya, Coban Tarzan yang minim kunjungan memiliki cakupan makrozoobentos lebih tinggi (523 ind/m²) meskipun taxa richness lebih rendah (12 famili). Nilai FBI 3,64 (kategori sangat baik), keanekaragaman sedang (2,69), dominansi rendah (0,23), dan keseragaman tinggi (0,75) menunjukkan kondisi perairan yang lebih bersih dan komunitas yang lebih stabil dibandingkan Coban Jahe.
Copyrights © 2026