Background: Prevalensi diabetes melitus tipe 2 (T2DM) yang terus meningkat secara global menunjukkan pentingnya strategi manajemen berkelanjutan, salah satunya melalui intervensi manajemen mandiri berbasis komunitas. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi tersebut dalam mengontrol diabetes dan meningkatkan kualitas hidup pada orang dewasa dengan T2DM. Metode: Dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020, tujuh Randomized Controlled Trials (RCTs) yang diterbitkan antara tahun 2020-2024 dianalisis. Studi-studi ini melibatkan 1.193 partisipan dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Ghana, Tiongkok, Nepal, dan Taiwan. Intervensi yang diuji meliputi edukasi digital, program yang dipimpin oleh community health workers (CHWs), dan program memasak berbasis komunitas. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan adanya peningkatan pada HbA1c, perilaku perawatan diri, dan kualitas hidup. Efektivitas intervensi bervariasi tergantung pada durasi intervensi, ukuran sampel, dan konteks sosial budaya. Intervensi multikomponen yang menggabungkan edukasi, dukungan sosial, dan keterlibatan kader kesehatan (CHW) menghasilkan luaran yang paling konsisten dan positif. Kesimpulan: Meskipun intervensi ini menjanjikan dalam meningkatkan kontrol glikemik, perilaku perawatan diri, dan kualitas hidup, keterbatasan jumlah studi, heterogenitas intervensi, serta bias metodologis membatasi kekuatan bukti secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan uji coba terkontrol acak (RCT) jangka panjang di berbagai setting, serta evaluasi cost-effectiveness sebelum implementasi dalam skala luas.
Copyrights © 2026