Penggunaan obat, kosmetika, dan suplemen makanan yang tidak rasional di kalangan remaja sekolah merupakan potensi risiko kesehatan yang signifikan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan serta mendorong peran aktif siswa sebagai duta kesehatan di SMA Negeri 4 Barru. Survei awal terhadap 89 responden (Google Form, JuniāJuli 2025) menunjukkan bahwa 62,9% siswa tidak mengetahui perbedaan obat generik dan bermerek, 71,9% tidak memahami simbol kemasan obat, 40,4% tidak berdiskusi tentang kosmetik dengan guru/orang tua, dan hanya 56,2% yang memahami perbedaan suplemen dan obat. Kegiatan edukasi dilaksanakan pada 11 Agustus 2025 melalui tiga tahap: (1) survei awal, (2) edukasi paralel di lima kelas menggunakan metode diskusi interaktif dan permainan edukatif, serta (3) evaluasi dan pemilihan duta kesehatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 25,8 poin (pre-test ke post-test) dan terpilihnya 10 siswa sebagai duta kesehatan sekolah. Program ini memperlihatkan efektivitas pendekatan partisipatif berbasis survei kebutuhan dalam promosi kesehatan di lingkungan sekolah menengah
Copyrights © 2026