Efisiensi biaya konstruksi bergantung pada ketepatan analisis pra-tender dalam menentukan strategi penawaran yang rasional dan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan biaya pra-tender antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) berbasis AHSP 2025 dan Rencana Biaya Penawaran (RBP) kontraktor pada proyek rekonstruksi jalan di Kabupaten Tulungagung. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa dokumen RAB, RBP, serta harga satuan material, tenaga kerja, dan alat berat. Analisis dilakukan melalui perhitungan deviasi biaya, standar deviasi, dan koefisien variasi (CV) untuk menilai tingkat efisiensi pra-tender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai deviasi total sebesar –6,7%, yang mengindikasikan adanya efisiensi biaya pada tahap pra-tender. Pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A dan B memberikan kontribusi terbesar terhadap penyimpangan biaya akibat perbedaan koefisien tenaga kerja dan penggunaan alat berat miliknya sendiri. Efisiensi tersebut diperoleh melalui optimalisasi produktivitas serta penerapan biaya kepemilikan peralatan (BKO) yang lebih ekonomis. Temuan ini menegaskan bahwa deviasi pra-tender merupakan indikator efisiensi rasional yang dapat dijadikan dasar strategi penawaran kontraktor secara realistis dan berkelanjutan. KATA KUNCI : analisis pra-tender, deviasi biaya, efisiensi biaya, manajemen proyek
Copyrights © 2026