Efisiensi biaya merupakan aspek penting dalam industri konstruksi modern, terutama pada pekerjaan non-struktural yang menuntut presisi tinggi seperti produksi panel Glass Fiber Reinforced Concrete (GRC) untuk pembangunan menara masjid. Permasalahan utama terletak pada biaya investasi resin mold yang besar dan masa pakainya terbatas, sehingga diperlukan analisis untuk menentukan titik penggunaan paling ekonomis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Life Cycle Cost (LCC) dengan metode kuantitatif deskriptif untuk menghitung biaya total per panel, efisiensi, dan titik impas ekonomi (Break Even Point) berdasarkan data aktual produksi di workshop. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi penggunaan resin mold secara signifikan menurunkan biaya produksi per panel dari Rp5.900.000,00 pada pemakaian pertama menjadi Rp1.030.312,50 pada pemakaian ke-20, dengan efisiensi biaya sebesar 30,71% dibandingkan praktik lapangan. Titik impas (BEP) tercapai pada pemakaian ke-18, menandakan bahwa investasi mold telah kembali modal dan mulai menghasilkan keuntungan bersih. Dengan demikian, penggunaan resin mold hingga 20 kali terbukti paling efisien dan ekonomis, sekaligus mendukung penerapan prinsip Lean Construction dan keberlanjutan dalam proses produksi prefabrikasi.
Copyrights © 2026