Jakarta merupakan kota metropolitan sekaligus pusat pemerintahan Indonesia yang sebagian besar wilayahnya berada pada kawasan dataran rendah, sehingga memiliki tingkat kerentanan banjir/genangan cukup tinggi. Untuk mengatasi permasalahan banjir di wilayah Jakarta yang tidak dapat mengalirkan air secara gravitasi, sistem polder merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan banjir yang terjadi. Salah satu polder penting di kawasan Jakarta Utara adalah Polder Kamal, yang berfungsi melindungi area permukiman dan infrastruktur di sekitarnya dari ancaman genangan dan banjir serta pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kapasitas saluran eksisting pada sistem Polder Kamal terhadap debit banjir rencana periode ulang 5, 10, dan 25 tahun. Analisis hidrologi yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan alat bantu HEC-HMS dimana perhitungan kehilangan hujan didekati dengan metode SCS-CN dan metode routing menggunakan Kinematic Wave. Evaluasi kapasitas saluran dilakukan dengan membandingkan debit model hasil HEC-HMS dengan debit yang dihasilkan dari analisis luas penampang saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis HMS menunjukkan bahwa kapasitas saluran eksisting pada sistem Polder kamal sebesar 33.40 m3/dt pada kala ulang 5 tahun, 47.30 m3/dt pada kala ulang 10 tahun dan 68.70 m3/dt pada kala ulang 25 tahun, sehingga genangan terjadi akibat adanya antrian air pada saluran di kawasan Polder Kamal tidak dapat dihindari.
Copyrights © 2026