Penelitian ini menganalisis konflik yang terjadi di Air Bangis, Pasaman Barat oleh adanya rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pembangunan kilang minyak dan berbagai infrastruktur pendukung. Konflik dilatarbelakangi adanya benturan kepentingan diatas lahan seluas 30.162 hektar antara masyarakat dengan pemerintah. Penelitian berfokus pada pemetaan konflik dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan analisis pemetaan konflik model SIPABIO oleh Amr Abdalla. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya konflik yaitu terdapat dual klaim lahan antara klaim masyarakat sebagai tanah ulayat dan klaim negara sebagai kawasan hutan negara. Selain itu, ketiadaan sosialisasi mengenai rencana PSN memperkeruh konflik. Isu-isu meliputi penggusuran dan dampak lingkungan menjadi alasan penolakan masyarakat. Kemudian perbedaan sikap dan perilaku termanifestasi dalam aksi demonstrasi hingga intimidasi aparat.
Copyrights © 2025