Harga saham perusahaan manufaktur dipengaruhi oleh kualitas tata kelola internal, kinerja keuangan, dan praktik keberlanjutan. Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang belum konsisten terkait pengaruh Good Corporate Governance (GCG), Return on Assets (ROA), dan kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh parsial dan simultan proporsi dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ROA, dan skor ESG terhadap harga saham perusahaan manufaktur big-cap yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan data panel sekunder dari 10 perusahaan yang dipilih secara purposive, sehingga diperoleh 40 observasi. Data diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan basis data resmi pasar modal, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham (F = 3,492; p = 0,012), dengan adjusted R² sebesar 24,2%. Secara parsial, hanya kepemilikan manajerial yang berpengaruh negatif signifikan (β = -9208,341; p = 0,015), sedangkan proporsi dewan komisaris, kepemilikan institusional, ROA, dan skor ESG tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa valuasi saham perusahaan manufaktur di Indonesia lebih dipengaruhi oleh interaksi gabungan faktor tata kelola, struktur kepemilikan, profitabilitas, dan keberlanjutan dibandingkan indikator tunggal. Penelitian ini berkontribusi pada literatur keuangan perusahaan serta memberikan implikasi praktis bagi investor dan manajemen perusahaan.
Copyrights © 2026