Makalah ini mengkaji dampak emisi, perdagangan internasional, dan kebijakan stabilisasi moneter terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Studi ini menggunakan model vektor autoregresi struktural (SVAR), dengan data dari tahun 1986-2018 yang bersumber dari Bank Dunia. Dampak lingkungan diukur dengan emisi CO2, sedangkan perdagangan internasional diukur dengan ekspor dan impor. Jalur kebijakan transmisi moneter ditentukan oleh jalur suku bunga riil domestik dan suku bunga riil AS. Model kemudian diselesaikan dengan menerapkan dekomposisi varians peramalan untuk menyelidiki kontribusi masing-masing variabel terhadap kesejahteraan, yang diukur dengan PDB per kapita. Hasil menunjukkan bahwa pengendalian inflasi sangatlah penting, karena memiliki kontribusi terbesar di antara variabel lainnya. Berkaitan dengan kebijakan moneter, suku bunga riil domestik memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan suku bunga riil AS. Sektor riil sebagian besar dibentuk oleh investasi domestik, yang pada akhirnya mempunyai dampak yang lebih nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Kebijakan perdagangan internasional cenderung mengutamakan fasilitasi kebijakan ekspor daripada promosi kebijakan impor. Hal ini karena ekspor cenderung memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, serta berkontribusi pada stabilitas nilai tukar. Hal ini dicapai melalui kebijakan yang telah diadopsi di era sekarang, yaitu nilai tukar mengambang. Dampak lingkungan dari emisi CO₂ memiliki efek buruk pada masyarakat, sehingga memerlukan peningkatan pengeluaran untuk mengurangi konsekuensi polusi. Untuk mengurangi emisi polutan, sangat penting bagi pemerintah untuk mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan oleh perusahaan, sehingga mengurangi tingkat emisi dan polusi secara keseluruhan.Kata kunci: Emisi, Perdagangan Internasional, Kebijakan Moneter, Kesejahteraan, PDB Per Kapita
Copyrights © 2026