Penurunan risiko degradasi kemampuan kognitif pada kelompok lanjut usia dapat diupayakan melalui keterlibatan rutin dalam kegiatan yang berperan sebagai pemicu stimulasi saraf otak, salah satunya diwujudkan melalui aktivitas fisik. Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis keterkaitan antara fungsi kognitif dengan pola aktivitas fisik yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari oleh lansia. Hubungan antarvariabel dianalisis melalui rancangan penelitian korelasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Kelompok sasaran penelitian mencakup individu lanjut usia yang terdaftar dan aktif di Posyandu Bougenville, Desa Rembun. Sebanyak 92 responden lanjut usia ditetapkan sebagai partisipan penelitian berdasarkan kriteria tertentu melalui teknik pemilihan sampel bertujuan (purposive sampling). Pengumpulan informasi dilakukan menggunakan instrumen penilaian fungsi kognitif Mini Mental State Examination (MMSE) serta instrumen pengukuran aktivitas fisik harian Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Proses pengolahan dan analisis data dilaksanakan dengan uji Chi-Square menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil pengujian statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,000, yang mengindikasikan bahwa nilai tersebut lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Maka hal ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi kognitif dengan aktivitas fisik sehari-hari pada lansia di posyandu lansia. Semakin baik fungsi kognitif yang dimiliki akan semakin tinggi pula tingkat aktivitas fisik. Upaya peningkatan fungsi kognitif dan aktivitas fisik penting untuk merangsang otak lansia dengan olahraga ringan. Selain itu, dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting untuk membantu lansia tetap aktif.
Copyrights © 2026