Ekosistem mangrove memiliki peranan penting sebagai habitat mikroorganisme diatom bentik yang menjadi indikator kondisi perairan yang juga berperan sebagai produsen primer dan sangat menentukan ketersediaan energi bagi organisme trofik lebih tinggi. Kajian mengenai diatom bentik pada kawasan mangrove di zonasi vegetasi Rhizophora apiculata dan Nypa fruticans yang berada di perbatasan dua sistem perairan dengan tekanan antropogenik yang tinggi seperti di kawasan Desa Sungsang IV hingga saat ini belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas (komposisi, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi) diatom bentik pada bulan September 2025 di kawasan mangrove alami Desa Sungsang IV, Banyuasin. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei lapangan menggunakan petakan kuadran pada dua stasiun pengamatan.pengukuran parameter fisika-kimia menunjukkan suhu pada air 31,00 °C dan sedimen 32,00 °C, pH di air 7,00 dan sedimen 5,00, salinitas air 17,00 ‰, oksigen terlarut (Disolved Oxygen/DO) 3,70-2,60 mg/L, nitrat 0,04 mg/L dan fosfat 0,70-0,79 mg/L. Kelimpahan diatom bentik mencapai sebesar 20,53×106 sel/cm³) pada stasiun Rhizophora apiculata dan kelimpahan sebesar 5,73×106 sel/cm³) pada stasiun Nypa. Rata-rata total kelimpahan pada kawasan ini 13,13×106 sel/cm³) . Komunitas diatom bentik pada kedua stasiun didominasi oleh diatom pennate dari ordo Naviculales dan ordo Rhopalodiales. Struktur komunitas pada kedua stasiun menunjukkan indeks keaneragaman dan keseragaman sedang dengan indeks dominansi rendah.
Copyrights © 2026