Meningkatnya kesadaran masyarakat kembali menggunakan zat warna alam (back to nature) dan meninggalkan zat warna sintetis (ZWS) mulai diberdayakan pemerintah Indonesia.Karena limbah hasil penggunaan warna sintetis dapat mencemari lingkungan, yang disebabkan oleh zat-zat pembantu pewarnaan yang bersifat B3 (Bahan Beracun Berbahaya). Berdasarkan masalah yang muncul inilah, Penulis tergerak melakukan dan membuat eksperimen, guna mendapatkansampel warna alam sebagai bahan pewarna kain batik dari tanaman Palem Putri (Veitchia Merillii). Sehingga menjadi alternatif menggurangi penggunaan bahan sintetis yaitu salah satunya zat warna napthol, sekaligus menjadi bagian dari program pemerintah yang relevan yaitu “Clean and Greenâ€.Penulis menggunakan metode kualitatif agar mudah menarasikan menjadi bahasa ilmiah yang dapat dipertanggunjawabkan.Increasing public awareness to using natural dyes (back to nature) and leaving a synthetic dye (ZWS) began empowered Indonesian government. Due to the use of synthetic colors that can pollute the environment, which is caused by substances that are dyeing auxiliaries B3 (Hazardous Toxic Substances). Based on the problems, the author want to make experiments, in order to obtain natural color samples as batik fabric dyes from Palem Putri (Veitchia Merillii). So it becomes to stop using synthetic materials that one of them is napthol, as well as a part of a government program namely "Clean and Green". The author uses a qualitative method to wrote this scientific project.
Copyrights © 2017